E-Tourism (Pemanfaatan Teknologi Informasi pada Sektor Pariwisata) 1


 

Dunia pariwisata di Indonesia memiliki potensi besar dalam menghasilkan devisa negara apabila mampu dikembangkan secara optimal. Sektor pariwisata saat ini mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan pariwisata. Dikutip dari harian pikiran rakyat online pada tanggal 8 Agustus 2016, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan bahwa kekayaan alam dan keanekaragaman budaya di Indonesia merupakan modal besar untuk mendongkrak wisatawan mancanegara. Pemerintah menargetkan pada 2019 pendapatan dari sektor pariwisata menjadi penghasil devisa utama di Indonesia, mengalahkan devisa dari sektor minyak dan gas bumi.

Dalam mengembangkan potensi pariwisata ada berbagai alternatif cara yang dapat dilakukan seperti pembenahan dan renovasi kawasan wisata, menciptakan daerah tujuan wisata, melakukan promosi melalui media atau brosur-brosur, dan masih banyak lagi. Namun demikian upaya tersebut belum cukup untuk menjawab tantangan dunia pariwisata kedepan. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi informasi melalui E-Tourism yang menekankan kepada mekanisme “online booking” sebagai langkah yang efektif dalam pengembangan pariwisata merupakan hal mutlak yang harus diterapkan pemerintah Indonesia.

Menurut United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) pada tahun 2004 terdapat tiga tingkatan utama dalam penyusunan sistem e-tourism seperti pada gambar di atas yaitu:
1) Bagian-bagian koleksi data, yang merupakan dasar elemen dalam melakukan standarisasi dan konsolidasi. Pada bagian ini terdapat elemen-elemen seperti hotel, tempat rekreasi, serta event-event penting yang bisa diakses oleh konsumen;
2) Manajemen dan follow-up dalam hal ini mencakup perancangan sistem yang akan disusun berdasarkan bagian-bagian standarisasi dan konsolidasi pada tingkatan pertama;
3) Bagian aplikasi maupun penerapan sistem yang terjadi dalam rangka pemasaran. Pada tingkatan ketiga ini merupakan tingkatan penyampaian dan penyebaran informasi kepada wisatawan.

Melalui adanya E-Tourism maka konsumen akan sangat mudah merencanakan serta melakukan perhitungan yang tepat untuk mendapatkan paket liburannya. Hal ini disebabkan karena konsumen dalam hal ini wisatawan dapat mengetahui kepastian biaya yang dikeluarkan pada saat melakukan perjalanan. Disamping itu, wisatawan juga dapat memperoleh kepastian akan aktivitas yang akan dilakukan pada saat melakukan perjalanan. Dengan adanya informasi yang komperhensif mengenai jarak ke lokasi wisata dan juga jarak perjalanannya, maka akan mempermudah wisatawan dalam mengambil keputusan untuk melakukan perjalanan ke lokasi wisata tersebut. Oleh karena itu, jarak, tidak lagi menjadi masalah yang terlalu signifikan dalam penyampaian informasi untuk efisiensi dan efektifitas wisatawan.


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

One thought on “E-Tourism (Pemanfaatan Teknologi Informasi pada Sektor Pariwisata)