Sistem Informasi Pariwisata


 

🌏 Informasi mengenai suatu obyek wisata, kawasan wisata atau wahana yang berada di dalam obyek wisata/kawasan wisata dapat diperoleh pada sistem informasi pariwisata. Selain itu, sistem informasi pariwisata juga memberikan beberapa informasi penunjang kegiatan kepariwisataan (akomodasi, transportasi, tiket, hotel, dan lain – lain). Penyajiannya ada di dalam satu sistem yang bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada para wisatawan (domestik maupun mancanegara). Pendataan perkembangan suatu obyek wisata dan devisa yang didapat dari kepariwisataan merupakan tugas dari sistem informasi pariwisata. Devisa yang dimaksud merupakan semua benda yang dapat dimanfaatkan untuk transaksi pembayaran dengan negara lain yang diterima dan diakui oleh dunia internasional.

🌏 Sistem informasi pariwisata memiliki konsep kepariwisataan yang diatur di dalam Undang-undang No. 9 tahun 1990. Isi dari konsep tersebut antara lain:
1. Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata
2. Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata termasuk pengusahaan obyek dan daya tarik wisata
3. Wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela bersifat sementara untuk menikmati obyek dan daya tarik wisata.

🌏 Sistem informasi pariwisata memiliki keterkaitan dengan sistem informasi geografis. Keterkaitan tersebut dapat dilihat dari analisa sistem kepariwisataan saat dalam perjalanan wisata. Ada tiga sub sistem yang memiliki keterkaitan, yaitu sub sistem DAW, DWT dan sub sistem route. Sistem geografi disini berperan sebagai jembatan penghubung antara tiga sub sistem tersebut.

🌏 Sistem informasi mempunyai beberapa komponen, diantaranya:
1. Hardware yang difungsikan saat pembuatan database informasi pariwisata dan sebagai sarana saat sistem informasi pariwisata dijalankan
2. Software, sebagai tempat sistem dioperasikan atau bekerja yang didukung juga oleh hardware
3. Input sebagai masukan, bisa berupa tempat wisata yang akan digunakan ke dalam sistem informasi pariwisata tersebut
4. Output, sebagai keluarannya berupa informasi tentang tempat wisata baik lokasi maupun hal – hal lain yang berkaitan dengan tempat wisata tersebut

🌏 Jenis – jenis pariwisata menurut Yoety tahun 1989 adalah sebagai berikut:
1. Berdasarkan obyek: wisata budaya, konvensi, kesehatan, bahari, alam, dan wisata kota
2. Berdasarkan jumlah orang yang berwisata: wisata individu dan kelompok
3. Berdasarkan tujuan perjalanan: wisata rekreasi, wisata budaya, wisata kesehatan, wisata olahraga, wisata konvensi.

🌏 Terdapat tiga unsur pariwisata yang saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan dalam pembentukan kegiatan kepariwisataan. Unsur – unsur tersebut yaitu rekreasi (recreation), waktu senggang (leisaure time), dan perjalanan (traveling). Sistem informasi pariwisata berbasis komputer memanfaatkan teknologi untuk memberikan infomasi kepariwisataan dengan cara pembuatan website pariwisata.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *