Model Bisnis E-Commerce di Indonesia


Maraknya bisnis e-commerce ternyata tidak hanya terjadi di negara-negara maju saja, tetapi bisnis ini juga merambah ke negara-negara berkembang seperti di Indonesia. Meskipun hanya negara berkembang, Indonesia telah menggunakan beberapa model bisnis e-commerce ini. Model-model bisnis tersebut antara lain classifieds, marketplace C2C, shopping mall, toko online B2C, dan toko online di media sosial.

♠ Classifieds/listing/iklan baris

Classifieds merupakan model bisnis e-commerce paling sederhana dan cocok digunakan di negara berkembang seperti Indonesia. Model bisnis ini memiliki dua kriteria, yaitu website yang bersangkutan tidak memfasilitasi kegiatan transaksi online dan penjual individual dapat menjual barang kapan saja, dimana saja secara gratis. Metode transaksi yang paling sering digunakan ialah metode cash on delivery atau COD. nontoh : Tokobagus, Berniaga, dan OLX.

♠ Marketplace C2C (Customer to Customer)

Marketplace merupakan model bisnis dimana  sebuah situs yang bersangkutan tidak hanya membantu mempromosikan barang dagangan saja, tapi juga memfasilitasi transaksi uang secara online. 2 indikator Situs marketplace mempunyai dua indikator utama, yaitu seluruh transaksi online harus difasilitasi oleh website yang bersangkutan dan bisa digunakan oleh penjual individual. Kegiatan jual beli menggunakan transaksi online seperti layanan escrow atau rekening pihak ketiga untuk menjamin keamanan transaksi. Contoh marketplace C2C yaitu Tokopedia, Bukalapak, dan Lamido.

♠ Shopping Mall

Sekilas shopping mall hampir mirip dengan model bisnis marketplace, tapi penjual yang bisa berjualan disana haruslah penjual atau merk ternama karena harus melalui proses verifikasi yang ketat. Satu-satunya situs online shopping mall yang beroperasi di Indonesia ialah Blibli.

♠ Toko online B2C (Business to Consumen)

Model bisnis toko online B2C merupakan model bisnis yang cukup sederhana, yakni sebuah toko online dengan alamat websitenya sendiri dimana penjual memiliki banyak stok produk dan menjualnya secara online kepada pembeli.  Contoh dari toko online B2C yaitu Lazada Indonesia, BerryBenka, dan Tiket.com.

♠ Toko online di media sosial

Banyak penjual yang sudah membuka toko onlinenya di media sosial seperti Facebook dan Instagram. Karena membuat dan membuka  toko online di Facebook atau Instagram sangatlah mudah, dengan prosesnya yang sederhana  dan  gratis.  Tapi penjual tidak dapat membuat templatenya sendiri. Banyak penjual yang menggunakan orang-orang local untuk membantu berjualan di situs atau website yang telah dibuat. Contoh toko online yaitu seperti Onigi dan LakuBgt.  Tetapi ada juga startup yang mengumpulkan seluruh penjual di Instagram ke dalam satu website yakni Shopee.

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *