Mencegah Serangan Ransomeware yang Memanfaatkan AI



⇒ Apa itu ransomeware? Ransomware yaitu malware yang memiliki kemampuan untuk mengunci atau mengenkripsi sebuah komputer atau file untuk menipui penggunanya. Tujuannya yakni membuat pengguna memberikan uang tebusan agar file yang dikunci itu bisa dilepaskan.

⇒ Ransomware biasanya masuk melalui tipuan seperti phising. Untuk meyakinkan korban bahwa hal tersebut tidak berbahaya, isi pesan phising yang dikirim pembuat ransomware akan disamarkan seolah-olah datang dari pihak resmi, misalnya dari lembaga keuangan. Begitu dibuka, malware ini akan mengunci perangkat milik korban. Selanjutnya, si penyebar ransomware akan mulai meminta bayaran.‬

⇒ Ada sedikit perbedaan antara ransomware yang tidak menggunakan teknologi AI( Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan) dengan yang menggunakan AI. Bila ransomware itu sudah dibekali teknologi AI, maka tingkat keberhasilan untuk mendapatkan profil calon korban yang sesuai target akan lebih tinggi. AI dalam ransomware biasa disebut machine learning. Melalui teknologi ini, perilaku calon korban di dunia maya bisa diamati lebih spesifik. Misalnya saat target melakukan aktivitas browsing atau membuka laman media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dan lain sebagainya. Sehingga penyerangan yang dilakukan bisa lebih spesifik.

Bagaimana Mencegah Ransomware?

⇒ Serangan ransomeware bisa datang dari beberapa cara, mulai dari phising, perangkat lunak yang disisipi malware, maupun pembaruan perangkat lunak palsu.
Namun serangan ransomware sebagian besar berasal dari phising di laman tertentu. Karena itu, dianjurkan agar pengguna selalu memeriksa nama domain dari surel si pengirim. Selain itu, jangan pernah membuka lampiran (attachment) dari pengirim yang tak dikenal.

⇒ Bila sebuah perangkat sudah terkena serangan ransomware, data dalam perangkat atau file yang terkunci itu memang sudah ada yang dicuri. Namun belum semuanya, tergantung masa infeksi. Karena untuk mentransfer data ke tempat si pengirim butuh waktu. Proses transfer itu tidak mungkin sebentar, apalagi jika besaran file dalam ukuran gigabyte dan harus dikirim melalui jaringan.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *